Undangan Pernikahan Lia - Fakur

January 15th, 2010

Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh

Baarakallahu laka wa baaroka’alaika wajama’a bainakumaa fii khoir

Maha Suci Alloh yang telah mempersatukan dan mentautkan hati
dan berbagi cinta, harapan dan kehidupan dalam tali pernikahan.

Ya Alloh, perkenankanlah kami

Nurlia Hikmah
Putri dari Bpk. Ir. H. Sanuri & Ibu Hj. Yoyoh R.

dengan

Fajar Kurniawan
Putra dari Bpk. Akhyadi & Ibu Purwani

Untuk melaksanakan syariat agama-Mu, mengikuti Sunnah Rosul-Mu
dalam membentuk keluarga yang Sakinah, Mawaddah, Warohmah.
Hanya denga izin-Mu kami melaksanakan pernikahan.

Akad Nikah :

Sabtu, 6 Februari 2010
Pukul 08.00 WIB - Selesai
Di Masjid Baiturrahman MPR/DPR RI

Resepsi :

Sabtu, 6 Februari 2010
Pukul 11.00 - 13.00
Di Gedung Serbaguna Masjid Baiturrahman MPR/DPR RI
Jl. Gelora 1 Senayan, Jakarta Pusat.

Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami atas kehadiran
Bapak/Ibu/Saudara/i untuk memberikan doa restu kepada kami.

Jazakumullahu Khairan Katsiira

Kami yang berbahagia,

Lia dan Fakur

Wassalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh


Detail Undangan Bisa Dilihat Disini


Life

Komplain pertama mereka.

October 2nd, 2009

Hari ini kurang lebih jam 11 siang saya membaca suatu berita di salah satu media online terbesar di indonesia. Berita itu begitu membuat saya prihatin. Mereka memprotes ketidakhadiran presiden karena presiden lebih memilih mengunjungi para korban bencana daripada mengunjungi pelantikan para bapak dewan terhormat.

Diluar ada tidaknya aturan yang mengharuskan presiden untuk hadir dalam acara pelantikan mereka, saya rasa mereka terlalu egois karena kecewa presiden tidak hadir dalam acara mereka (yang terkesan lebih ke arah acara mewah) tapi presiden lebih memilih untuk memberikan dukungan kepada ribuan rakyatnya yang sedang menderita karena terkena bencana gempa.

Para korban gempa membutuhkan semua bantuan yang ada, material maupun imaterial dari semua pihak. Dan mereka akan sangat teringankan secara psikologis ketiga RI-1 melancong ke lokasi bencana. Para wakil rakyat yang ada di gedung megah di senayan harusnya mengerti akan hal itu. Mereka dipilih oleh rakyat, mereka berasal dari rakyat, mereka harusnya lebih paham akan penderitan rakyat. Apalagi mereka baru “bermukim” di senayan secara resmi dalam hitungan jam.

Apa yang sedang para anggota dewan yang terhormat lakukan saat ini di senayan(baca : pelantikan mereka sebagai anggota DPR/MPR) sangatlah bertolakbelakang dengan apa yang sedang dialami oleh para rakyat korban gempa. Satu pihak sedang bereuforia dalam acara yang membahagiakan, sedangkan di pihak yang lain sedang berjuang dalam musibah memilukan. Para korban gempa harus menanti dan berharap akan bantuan dan uluran tangan semua pihak untuk menyambung hidup, sedangkan para para ‘wakil rakyat‘ sedang menikmati fasilitas dari negara yang mereka dapatkan dengan tanpa perlu meminta dan memohon.

Duh para korban gempa, seandainya saja gempa yang kalian rasakan saat ini terjadi sebelum pemilu, niscaya akan banyak ‘pihak‘ akan membantu kalian dengan ‘suka rela‘ (katanya). Di sekitar tempat kalian akan lebih semarak dengan adanya posko-posko dengan berwarna-warni bendera berkibar di atasnya.
Tapi apa daya, gempa yang kalian rasakan terjadi setelah pemilu usai. Tidak ada lagi alasan dari para bapak-bapak parpol untuk mendirikan posko-posko bantuan, karena apa yang mereka inginkan sudah tercapai.

Jadi, untuk saat ini, apakah wakil rakyat itu merupakan aspirasi dari para rakyat? Kalo rakyat miskin, harusnya para wakil rakyat miskin donk? Kalo rakyat menderita, wakil rakyat harusnya ikut merasakan penderitaan rakyat donk????? Tapi, sekarang rakyat lagi menderita, dan ada orang yang pengen meringankan mereka kok malah diprotes….

Waduh, kok dadi mlenceng adoh soko topik utama yo? yowes ben lah, mung  pengen ngungkapno uneg-uneg ati.  Ra bakalan rampung ngunek-ngunekno kelakuan para ‘bapak-bapak yang terhormat’ itu.

Para pembaca sekalian, jangan lupa membantu sodara-sodara kita di Sumbar yang sedang terkena bencana, bantuan kita sekecil apapun pasti akan meringankan penderitaan mereka. ;)

.:FK:.

Life, World Happening , ,

Happy Anniversary Om ku!

September 27th, 2009

Di suatu siang yang panas berangin. Angin nya pun gak bikin jadi adem karena membawa hawa panas (apaan sih??). Ketika saya sedang serius, se-serius-seriusnya orang baca.. (keajaiban alam) tiba-tiba terdengar suara..

Ya’…!! Google huruf  ‘L’ nya nambah satuu yaaa???!!!

Kaget bener saya dibuatnya, bukan karena tulisan google huruf  ‘L’ nya nambah 1, tapi gara-gara teriakan spontan, keras, dan bikin konsentrasi buyar ituuuuh. Bah.. apaan sih tu anak?!!#@%xx*!!

Adek saya langsung ke kamar saya : Coba deh buka halaman depannya!
Saya : Iyaaaa……….
Adek saya : tu bener kaaaan…. knapa tu??
Saya : Mmmhhh…. knapa ya? aneh.. (sambil mikir kalo jangan-jangan Google udah diakuisisi perusahaan lain secara diam-diam)

Adek saya keluar, saya masih pelototin homepage Googlle itu tadi sambil mikir gak penting. “Gila aja kalo ternyata diam-diam Microsoft berhasil akuisisi Google setelah ditolak mentah-mentah sama Yahoo! Trus ngubah nama Google dengan nambahin ‘L’ ekstra. Tapi ko di halaman lain selain homepage tadi tulisannya normal..” <– bener-bener pemikiran gak mutu.

EEhh… stelah iseng-iseng gerakin mouse over logo gede itu, ada tulisan yang muncul di atasnya

googlle

Hahahahahaha…. Happy 11th Anniversary Om GoogLe!!  :lol: :oops:
Love You So Much

-ciya-

IT and Friends, Sharing Info , ,

Situ Babakan

August 15th, 2009

Setu atau Situ Babakan adalah Perkampungan yang penduduknya mayoritas orang Betawi asli yang dijadikan Cagar Budaya oleh pemerintah Jakarta demi kelestarian budaya Betawi yang semakin lama semakin terlupakan. Ironis memang, warga Betawi yang seharusnya mendominasi Jakarta justru jadi minoritas di kampung sendiri hehe..
Kenapa saya bilang kayak gitu? Karena keluarga besar bapak saya itu Betawi asli :D

Since saya ini punya darah Betawi, dan karena membaca postingan Mister Jalan-jalan ini, hati saya semakin tergerak untuk mengunjungi sodara-sodara saya disana (hihihi… apaan sih?) Alhamdulillah, akhirnya jadi juga saya kesonoh huehuehuehuehue

Situ Babakan with fruit (i dunno its name)
Situ Babakan with fruits

Berhubung kepagian, jadi pas nyampe sana masih sepi banget. Warung-warung masih banyak yang tutup, tapi penjual makanan di gerobak atau pikulan sudah mulai bermunculan karena ternyata banyak yang olahraga disana. Salah satu contohnya adalah ini

Serabi coklat Situ Babakan
Serabi coklat Situ Babakan

Selain topping cokelat, si Ibu penjual serabi juga nawarin topping oncom. Mmhh.. saya belum bisa ngebayangin rasa serabi itu kalo dicampur oncom. Jadi.. biar aman pesen yang cokelat aja deh :D Selain serabi, makanan khas Betawi lainnya yang banyak dijajakan tu seperti Laksa, Kerak Telor, Soto Betawi dan Ketupat Sayur. Saya sempat nyobain Laksa nya juga, tapi ko ya rasanya gimana gituh… jauh lebih enak laksa made in keluarga bapak saya :lol:
Disana juga ada penjual gulali yang biasanya dibentuk jadi bunga, burung-burungan, jajanan favorit saya waktu SD dulu.

Di area utama Cagar Budaya ini ada sebuah panggung yang biasa dipakai untuk pertunjukan tari atau lenong pada waktu-waktu tertentu. Dan kebetulan waktu saya kesana, ada rombongan guru (kayaknya sih guru deh) yang mayoritasnya berasal dari pecinan sana. Jadi berkesempatan nonton tarian yang entah apa namanya (Nah kan, ini salah satu buktinya kalo budaya Betawi semakin dilupakan. Lah wong saya yang turunan Betawi aja gak tau itu tarian apa! *narik napaas..* )

Apa namanya ya?
Tari “sumting”

Setelah itu saya berharap ada pertunjukan Jagoan Silat karena banyak para jagoan cilik yang berkumpul di sekitar situ. Tapi.. bak punuk yang merindukan bulan, pertunjukan itu tak kunjung ada. Hmmphhh.. akhirnya poto-poto ga jelas deh.

na na na

:mrgreen: mohon dimaapkan kalo poto-potonya ga jelas gitu. Harap maklum.

Kesimpulannya, Situ Babakan cukup menyenangkan untuk dikunjungi, wilayahnya masih cukup asri dan suasana kampungnya masih cukup terasa apalagi dengan kondisi jalan di seputar danau yang masih tanah dan batu-batu. Kata si Ibu penjual serabi, “Yah neng, jalanan kayak gini pas ujan mah udah pasti becek, debel dah!”
hahaha… You know what debel means? Debel is ketika alas kaki kita itu udah gak karuan gara-gara becek bin kubangan kebo itu. Biasanya alas kaki akan penuh tanah yang sangat tebal sampe-sampe kaki kita susah bergerak.
Cagar budaya ini juga cocok untuk generasi muda supaya pengetahuan kesenian&budayanya bertambah. dan satu lagi, di Situ Babakan juga bisa wisata kuliner ko! Enjoy!

-ciya-

Life, Sharing Info , , ,

Yang narsiS..yang NarSiss..

August 7th, 2009

Sudah lama gak blogwalking, sekalinya iseng eh malah nemu ini..

enarcismcontest

Walopun sudah agak telat karena kontes ini dibuka sejak 25 Juni lalu, tapi bagi sodara-sodara yang belum tau dan ternyata pengen ikutan, Anda-anda belum terlambat banget koqs.. karena kontesnya masih sampai 23 Agustus 2009.

Awalnya saya nemu info tentang kontes e-Narcism karena lagi lihat postingan ini….

Wooww…. takjub saya dengan kakak-beradik itu. Narsis yang emang pantes dipublish sih hehe..
tinggal tunggu tanggal mainnya aja sampe mereka bener-bener bikin album sendiri ;)

Jaddi.. tunggu apalagi? Sapa mo ikutan tuu.. Hadiahnya lumayan banget, bahkan yang empunya kontes sendiri katanya belum punya :mrgreen:

nb: btw, yg iklanin kontes ini dapet ipod jg ga yaaaaa…. *ngarep*

-ciya-

Sharing Info , ,

finally.. XXIV

July 22nd, 2009

from : diplomaframe.com

I’m 24 now

Its gonna be the starting point for me, for my decisions.

Yap! ada dua keputusan penting yang sangat berpengaruh dalam hari-hari saya kedepan - mungkin seumur hidup saya.

Kita menjalankan hidup ini bukan untuk diri sendiri, karena kita tidak hidup sendiri. Banyak harapan-harapan dari orang-orang yang mengisi hidup kita yang kadang tidak bisa kita penuhi. Orang tua, saudara, sahabat, rekan kerja, atasan, dan orang yang kita kasihi.

Sempat saya bertanya-tanya dalam hati, apa saja yang telah saya lakukan untuk mereka, untuk diri ini, dan untuk masa depan saya

Ketika beberapa waktu yang lalu, sepulang kerja, saya memutuskan untuk bolos kuliah dan pergi refreshing dengan teman-teman, di tengah jalan saya langsung “kena teguran”. Sebuah pemandangan ironis disajikan di depan mata saya yang saat itu sedang duduk manis dalam sebuah mobil.

Seorang teman masa kecil, yang sekarang telah menjadi kepala rumah tangga, berdiri di pinggir jalan untuk menawarkan jasa joki 3 in 1 kepada mobil-mobil yang lewat. Kaget, miris, dan perasaan lain bercampur aduk dalam hati. Teman sepermainan, yang rumahnya tak jauh dari tempat tinggal saya, saat ini berprofesi sebagai joki demi tanggung jawabnya terhadap keluarga. Sementara saya, yang jauh lebih beruntung daripada dia sedang enak-enakan ber-haha hihi ria, bolos pula!

Saya saat itu seperti manusia yang tidak mensyukuri nikmat-nikmat-Nya.
Fabiayyi alaa irobbikuma tukadzibaan..

Memang terlalu banyak nikmat-Mu yang aku ingkari.
Waktuku semakin berkurang di dunia ini, tapi bekalku tidak semakin bertambah untuk esok hari

-ciya-

Life , , ,