Home > Life, World Happening > Komplain pertama mereka.

Komplain pertama mereka.

October 2nd, 2009

Hari ini kurang lebih jam 11 siang saya membaca suatu berita di salah satu media online terbesar di indonesia. Berita itu begitu membuat saya prihatin. Mereka memprotes ketidakhadiran presiden karena presiden lebih memilih mengunjungi para korban bencana daripada mengunjungi pelantikan para bapak dewan terhormat.

Diluar ada tidaknya aturan yang mengharuskan presiden untuk hadir dalam acara pelantikan mereka, saya rasa mereka terlalu egois karena kecewa presiden tidak hadir dalam acara mereka (yang terkesan lebih ke arah acara mewah) tapi presiden lebih memilih untuk memberikan dukungan kepada ribuan rakyatnya yang sedang menderita karena terkena bencana gempa.

Para korban gempa membutuhkan semua bantuan yang ada, material maupun imaterial dari semua pihak. Dan mereka akan sangat teringankan secara psikologis ketiga RI-1 melancong ke lokasi bencana. Para wakil rakyat yang ada di gedung megah di senayan harusnya mengerti akan hal itu. Mereka dipilih oleh rakyat, mereka berasal dari rakyat, mereka harusnya lebih paham akan penderitan rakyat. Apalagi mereka baru “bermukim” di senayan secara resmi dalam hitungan jam.

Apa yang sedang para anggota dewan yang terhormat lakukan saat ini di senayan(baca : pelantikan mereka sebagai anggota DPR/MPR) sangatlah bertolakbelakang dengan apa yang sedang dialami oleh para rakyat korban gempa. Satu pihak sedang bereuforia dalam acara yang membahagiakan, sedangkan di pihak yang lain sedang berjuang dalam musibah memilukan. Para korban gempa harus menanti dan berharap akan bantuan dan uluran tangan semua pihak untuk menyambung hidup, sedangkan para para ‘wakil rakyat‘ sedang menikmati fasilitas dari negara yang mereka dapatkan dengan tanpa perlu meminta dan memohon.

Duh para korban gempa, seandainya saja gempa yang kalian rasakan saat ini terjadi sebelum pemilu, niscaya akan banyak ‘pihak‘ akan membantu kalian dengan ‘suka rela‘ (katanya). Di sekitar tempat kalian akan lebih semarak dengan adanya posko-posko dengan berwarna-warni bendera berkibar di atasnya.
Tapi apa daya, gempa yang kalian rasakan terjadi setelah pemilu usai. Tidak ada lagi alasan dari para bapak-bapak parpol untuk mendirikan posko-posko bantuan, karena apa yang mereka inginkan sudah tercapai.

Jadi, untuk saat ini, apakah wakil rakyat itu merupakan aspirasi dari para rakyat? Kalo rakyat miskin, harusnya para wakil rakyat miskin donk? Kalo rakyat menderita, wakil rakyat harusnya ikut merasakan penderitaan rakyat donk????? Tapi, sekarang rakyat lagi menderita, dan ada orang yang pengen meringankan mereka kok malah diprotes….

Waduh, kok dadi mlenceng adoh soko topik utama yo? yowes ben lah, mung  pengen ngungkapno uneg-uneg ati.  Ra bakalan rampung ngunek-ngunekno kelakuan para ‘bapak-bapak yang terhormat’ itu.

Para pembaca sekalian, jangan lupa membantu sodara-sodara kita di Sumbar yang sedang terkena bencana, bantuan kita sekecil apapun pasti akan meringankan penderitaan mereka. ;)

.:FK:.

Life, World Happening , ,

  1. October 2nd, 2009 at 21:37 | #1

    Mulai unjuk gigi atau lebih tepatnya menunjukkan taringnya
    Padahal kita tau kalau yg suka pamer taring adalah tikus…

  2. October 4th, 2009 at 16:49 | #2

    Pak guru, tapi para tikus itu kan masih bayi…. masak dah punya taring :))

  3. October 5th, 2009 at 10:56 | #3

    Inilah wajah parlemen kita yang sebegitu mengenaskan. Semoga di kemudian hari tidak seperti itu lagi….

  4. October 5th, 2009 at 16:02 | #4

    Lagi-lagi semua itu tergantung bagaimana rakyatnya pak. Pemimpin yang baik akan lahir dari rakyat yang baik. Jadi kalo kita sebagai rakyat masih belum baik, jangan berharap pemimpin kita akan baik.

  5. October 8th, 2009 at 14:56 | #5

    wis lupa fa .. mereka duduk di situ karena dipilih siapa ..
    rasa sosial ? rasa kemanusiaan ? sepertinya itu urutan kesekian .. karena bagi mereka ada urusan yang lebih penting yaitu urusan/kepentingan pribadi/golongan ..
    sangat memprihatinkan ..

    Iklan Gratis

  6. abu Fakhrullah
    January 18th, 2010 at 13:24 | #6

    benul kur :)

  1. No trackbacks yet.