Archive

Archive for the ‘Sharing Info’ Category

Happy Anniversary Om ku!

September 27th, 2009

Di suatu siang yang panas berangin. Angin nya pun gak bikin jadi adem karena membawa hawa panas (apaan sih??). Ketika saya sedang serius, se-serius-seriusnya orang baca.. (keajaiban alam) tiba-tiba terdengar suara..

Ya’…!! Google huruf  ‘L’ nya nambah satuu yaaa???!!!

Kaget bener saya dibuatnya, bukan karena tulisan google huruf  ‘L’ nya nambah 1, tapi gara-gara teriakan spontan, keras, dan bikin konsentrasi buyar ituuuuh. Bah.. apaan sih tu anak?!!#@%xx*!!

Adek saya langsung ke kamar saya : Coba deh buka halaman depannya!
Saya : Iyaaaa……….
Adek saya : tu bener kaaaan…. knapa tu??
Saya : Mmmhhh…. knapa ya? aneh.. (sambil mikir kalo jangan-jangan Google udah diakuisisi perusahaan lain secara diam-diam)

Adek saya keluar, saya masih pelototin homepage Googlle itu tadi sambil mikir gak penting. “Gila aja kalo ternyata diam-diam Microsoft berhasil akuisisi Google setelah ditolak mentah-mentah sama Yahoo! Trus ngubah nama Google dengan nambahin ‘L’ ekstra. Tapi ko di halaman lain selain homepage tadi tulisannya normal..” <– bener-bener pemikiran gak mutu.

EEhh… stelah iseng-iseng gerakin mouse over logo gede itu, ada tulisan yang muncul di atasnya

googlle

Hahahahahaha…. Happy 11th Anniversary Om GoogLe!!  :lol: :oops:
Love You So Much

-ciya-

IT and Friends, Sharing Info , ,

Situ Babakan

August 15th, 2009

Setu atau Situ Babakan adalah Perkampungan yang penduduknya mayoritas orang Betawi asli yang dijadikan Cagar Budaya oleh pemerintah Jakarta demi kelestarian budaya Betawi yang semakin lama semakin terlupakan. Ironis memang, warga Betawi yang seharusnya mendominasi Jakarta justru jadi minoritas di kampung sendiri hehe..
Kenapa saya bilang kayak gitu? Karena keluarga besar bapak saya itu Betawi asli :D

Since saya ini punya darah Betawi, dan karena membaca postingan Mister Jalan-jalan ini, hati saya semakin tergerak untuk mengunjungi sodara-sodara saya disana (hihihi… apaan sih?) Alhamdulillah, akhirnya jadi juga saya kesonoh huehuehuehuehue

Situ Babakan with fruit (i dunno its name)
Situ Babakan with fruits

Berhubung kepagian, jadi pas nyampe sana masih sepi banget. Warung-warung masih banyak yang tutup, tapi penjual makanan di gerobak atau pikulan sudah mulai bermunculan karena ternyata banyak yang olahraga disana. Salah satu contohnya adalah ini

Serabi coklat Situ Babakan
Serabi coklat Situ Babakan

Selain topping cokelat, si Ibu penjual serabi juga nawarin topping oncom. Mmhh.. saya belum bisa ngebayangin rasa serabi itu kalo dicampur oncom. Jadi.. biar aman pesen yang cokelat aja deh :D Selain serabi, makanan khas Betawi lainnya yang banyak dijajakan tu seperti Laksa, Kerak Telor, Soto Betawi dan Ketupat Sayur. Saya sempat nyobain Laksa nya juga, tapi ko ya rasanya gimana gituh… jauh lebih enak laksa made in keluarga bapak saya :lol:
Disana juga ada penjual gulali yang biasanya dibentuk jadi bunga, burung-burungan, jajanan favorit saya waktu SD dulu.

Di area utama Cagar Budaya ini ada sebuah panggung yang biasa dipakai untuk pertunjukan tari atau lenong pada waktu-waktu tertentu. Dan kebetulan waktu saya kesana, ada rombongan guru (kayaknya sih guru deh) yang mayoritasnya berasal dari pecinan sana. Jadi berkesempatan nonton tarian yang entah apa namanya (Nah kan, ini salah satu buktinya kalo budaya Betawi semakin dilupakan. Lah wong saya yang turunan Betawi aja gak tau itu tarian apa! *narik napaas..* )

Apa namanya ya?
Tari “sumting”

Setelah itu saya berharap ada pertunjukan Jagoan Silat karena banyak para jagoan cilik yang berkumpul di sekitar situ. Tapi.. bak punuk yang merindukan bulan, pertunjukan itu tak kunjung ada. Hmmphhh.. akhirnya poto-poto ga jelas deh.

na na na

:mrgreen: mohon dimaapkan kalo poto-potonya ga jelas gitu. Harap maklum.

Kesimpulannya, Situ Babakan cukup menyenangkan untuk dikunjungi, wilayahnya masih cukup asri dan suasana kampungnya masih cukup terasa apalagi dengan kondisi jalan di seputar danau yang masih tanah dan batu-batu. Kata si Ibu penjual serabi, “Yah neng, jalanan kayak gini pas ujan mah udah pasti becek, debel dah!”
hahaha… You know what debel means? Debel is ketika alas kaki kita itu udah gak karuan gara-gara becek bin kubangan kebo itu. Biasanya alas kaki akan penuh tanah yang sangat tebal sampe-sampe kaki kita susah bergerak.
Cagar budaya ini juga cocok untuk generasi muda supaya pengetahuan kesenian&budayanya bertambah. dan satu lagi, di Situ Babakan juga bisa wisata kuliner ko! Enjoy!

-ciya-

Life, Sharing Info , , ,

Yang narsiS..yang NarSiss..

August 7th, 2009

Sudah lama gak blogwalking, sekalinya iseng eh malah nemu ini..

enarcismcontest

Walopun sudah agak telat karena kontes ini dibuka sejak 25 Juni lalu, tapi bagi sodara-sodara yang belum tau dan ternyata pengen ikutan, Anda-anda belum terlambat banget koqs.. karena kontesnya masih sampai 23 Agustus 2009.

Awalnya saya nemu info tentang kontes e-Narcism karena lagi lihat postingan ini….

Wooww…. takjub saya dengan kakak-beradik itu. Narsis yang emang pantes dipublish sih hehe..
tinggal tunggu tanggal mainnya aja sampe mereka bener-bener bikin album sendiri ;)

Jaddi.. tunggu apalagi? Sapa mo ikutan tuu.. Hadiahnya lumayan banget, bahkan yang empunya kontes sendiri katanya belum punya :mrgreen:

nb: btw, yg iklanin kontes ini dapet ipod jg ga yaaaaa…. *ngarep*

-ciya-

Sharing Info , ,

Ke Bali gratisan! #Dilarang ngiri!# (Day3)

May 19th, 2009

Hari berikutnya adalah hari santai-santai, nO otOt, nO peGeL! :D
Tujuan kami berikutnya adalah Pura Tirtha Empul, kemudian ngopi-ngopi sebentar di sebuah perkebunan yang saya lupa namanya, lalu makan siang di Kintamani, dan yang terakhir adalah shopPing di Joger sebelum menuju bandara.

Dalam bahasa Bali, Tirtha artinya air, dan Empul dapat diartikan seperti menyembul, muncul. Pura Tirtha Empul dinamakan demikian karena di dalam kawasan tersebut terdapat air dari dalam perut bumi yang menyembul keluar layaknya mata air, namun dingin.

Mata Air Pura Tirtha Empul
Mata Air Pura Tirtha Empul

Air tersebut dialirkan kedalam kolam-kolam yang tersedia untuk pengunjung, baik wisatawan ataupun umat Hindu yang percaya akan khasiatnya. Ketika kami kesana, bertepatan dengan upacara agama jadi masih sangat ramai. Di dalam kawasan pura ini juga terdapat sebuah situs yang bernama Lingga-Yoni dengan sebuah pohon berdiri disana yang diyakini sebagai pohon Bodhi. Situs tersebut mengejawantahkan alat kelamin laki-laki dan perempuan (bener-bener ada patung yang bentuknya mirip “ini” – lihat foto). Situs ini biasa didatangi oleh orang-orang yang ingin memohon untuk memiliki keturunan ataupun rumah tangga yang bahagia. Kemudian, di dalam area Pura ini pula pengunjung dapat melihat Jembatan Persahabatan, Istana Tampaksiring dari kejauhan.

Sekilas Pura Tirtha Empul dan Istana Tampaksiring
Sekilas Pura Tirtha Empul dan Istana Tampaksiring

Dari Pura Tirtha Empul, kami menuju sebuah kebun kecil yang juga menyuguhkan minuman asli hasil dari kebun itu plus oleh-oleh. Disana kami disuguhkan kopi Luwak yang terkenal itu, cokelat bali, dan jahe. Mungkin sebagian besar dari kita telah mengetahui asal dari bahan makanan Cokelat dan jahe. Bagaimana dengan kopi Luwak?

Metamorfose kopi luwak
Metamorfosa kopi luwak

Hehehehehe…. Gambar di atas sudah cukup menjelaskan asal-muasal kopi luwak kan? Kalau belum jelas, kira-kira gini:

Buah kopi yang tumbuh di kebun dimakan oleh Sang Luwak –> Sang Luwak sakit perut, truss…. $%@&&!! –> Lalu, petugas kebun mengambil “hasil olahan perut” Sang Luwak –> Dijemur –> Disangrai –> Digiling jadi bubuk kopi –> Jadilah Kopi Luwak yang terkenal itu. :mrgreen:

Saya sih cuma nyobain minuman cokelatnya, ga kuat ngopi. Apalagi ternyata kopi luwak berkadar kafein lebih tinggi daripada kopi biasa. Untuk minuman cokelat, disediakan bubuk cinnamon (kayu manis) untuk dijadikan campuran.. dan rasanya.. hMm… hehehhehehee.. cobain sendiri deh :D

Coklat
Coklat

Minum-minumnya udahan dulu ya… Diteruskan di Jakarta saja dengan membeli oleh-oleh yang tersedia disana.

Perjalanan kami lanjutkan ke Kintamani dalam rangka menyelamatkan hajat hidup cacing-cacing di perut kami yang sudah bikin konser persahabatan. Rumah makan yang dipilih terletak di tepi jalan raya dan memiliki pemandangan luar biasa – Gunung dan Danau Batur.

Kintmani dari kejauhan
Danau dan Gunung Batur dari kejauhan

Sayang sekali kali itu kami tidak berkesempatan untuk turun ke lembah untuk memandang Danau Batur lebih dekat lagi dan menyebranginya menuju Desa Trunyan yang memiliki tradisi unik. Warga desa tersebut memiliki tradisi tidak mengubur ataupun membakar jenazah jika ada warganya yang meninggal. Jenazah itu hanya diletakkan di bawah pohon yang mengeluarkan bau harum atau biasa disebut pohon Menyan, sehingga tidak akan ada aroma busuk tersebar di udara desa hingga jenazah-jenazah tersebut hanya tinggal kerangka saja.
Next time we will, insya Allah.

Setelah kenyang, kami pun kembali lagi ke Kuta menuju Joger untuk sekadar membeli oleh-oleh. Kesan-pesan saya setelah mengunjungi Joger untuk kedua kalinya adalah : THERE IS NO AIR TO BREATHE!
Sungguh sangat sumpek sampai-sampai saya bingung mau beli apa karena gak bisa lihat-lihat barangnya dengan leluasa. Sepertinya mengunjungi Joger waktu akhir pekan memang bukan keputusan yang bijak, karena wisatawan lokal rata-rata juga memiliki tujuan yang sama pada hari itu. Sejauh pengamatan saya, isi Joger pada saat itu kira-kira 80% anak muda, 15% orang tua, dan sisanya turis mancanegara.
Kenapa sih Joger gak buka cabang aja??? –> bukan pertanyaan yang cerdas yang pantas dilontarkan seorang mahasiswa S2.

Capek… dan lega ketika berhasil keluar dari Joger. Rasanya hati ini sudah mulai rindu kampung halaman.
Menuju Bandaraaa…………… dan………………… dELaY again!!! :cry:

Bali ku… Jakarta ku… Indonesia kuuu… Why..???
But I will always LoVe you…..

LoVe,
-ciya-

Sharing Info , , , , , ,

Ke Bali gratisan! #Dilarang ngiri!# (Day2)

May 18th, 2009

Perjalanan keesokan harinya sungguh menguras tenaga namun menyenangkan. Kami berkesempatan mencoba sebuah objek wisata yang menurut tour guide kami hanya ada di Bali dan Hawai. Seawalker.
Sudah bisa dibayangkan kan apa yang akan kami lakukan pada objek wisata ini.. Yap! Para pengunjung akan melakukan perjalanan bawah laut dengan menggunakan sepatu karet dan sejenis helm astronot yang beratnya….. duh! Tapi gak akan terasa berat ketika kita sudah menyelam di air. Dari pantai, kami menaiki perahu motor kecil berkapasitas 8 orang untuk menuju titik selam yang berupa bangunan kecil mengapung di tengah laut. Pada bangunan itulah terdapat peralatan selam yang akan kami kenakan.

Boat untuk menuju lokasi seawalker
Boat untuk ke seawalker spot
Lokasi seawalker dari kejauhan
Lokasi seawalker dari kejauhan

Lokasi Seawalker ini terletak di daerah Sanur – Bali, di dalam sebuah hotel bernama Puri Santrian. Jadi, jika Anda ingin mencoba berjalan-jalan di dasar laut, coba kunjungi tempat ini.

Patung Hotel Puri Santrian
Patung Hotel Puri Santrian

Capek menyelam dan berjemur di pantai Sanur, kami masih ditunggu dengan sebuah petualangan lagi yang lebih menguras tenaga dan memacu adrenalin. Kami menuju Karangasem, daerah pegunungan di Bali yang memiliki sungai kecil dangkal berarus deras bernama Sungai Telaga Waja, selain tentunya sungai-sungai lainnya. Yap! We did Rafting !! akhirnya kesampean jg pengen rafting dari jaman dahulu kala..

Jalur sungai yang kami tempuh kurang lebih 16 kilometer dalam waktu 2,5 jam dengan 2 kali istirahat. Dalam jalur itu terdapat 2 jeram. Jeram pertama terlalu tinggi dan tidak ada kemiringannya, jadi pemandu kami tidak merekomendasikan para beginner ini untuk melewati jeram tersebut dengan perahu. Namun, kami diperbolehkan untuk merasakan menuruni jeram menggunakan perahu pada jeram yang kedua. Wiiii….!!!

Saatnya maen aer......
Saatnya maen aer……

Menyenangkan walaupun cukup melelahkan. Tapi kelelahan kami cukup terobati dengan jamuan dari Bali International Rafting – penyedia jasa kegiatan rafting – yang merupakan satu kesatuan paket layanan bagi para peserta rafting.

Dari Karangasem, kami menuju Sanur lagi untuk makan malam sekaligus menyaksikan tarian. Menurut saya, kelelahan dari pagi hingga sore hari tadi ditutup dengan sebuah acara makan malam yang kurang menyenangkan. Entah bagaimana ceritanya, penyelenggara wisata kami saat itu melakukan kerjasama dengan sebuah restoran yang menurut saya “sepi”. Hal itu terlihat dari kualitas layanan dan makanan yang disediakan. Namun, tari-tarian yang menemani kami malam itu cukup menghibur.

Penari Bali
Bali Dancer

Selesai makan malam, kami semua menuju hotel dan sesi belanja-belanja pun dimulai. Tak jauh dari tempat kami menginap ada pasar kecil yang menjual berbagai souvenir khas Bali. Jika tidak pintar-pintar menawar, kita bisa mendapatkan harga yang jauh lebih tinggi dari yang semestinya. Saya rasa penjual disana menetapkan standar harga dengan $$$ deh…… Mentang-mentang banyak bule huehuehue…
Biasanya, penjual disana akan terlebih dahulu menanyakan asal daerah kita “Dari mana bu?”. Hampir semua penjual yang saya datangi menanyakan hal tersebut. Kemungkinan besar mereka memiliki standar harga tersendiri untuk daerah-daerah tertentu.

-ciya-

Sharing Info , , , , , ,

Ke Bali gratisan! #Dilarang ngiri!# (Day1)

May 17th, 2009

Berhubung cerita ini sudah hampir mirip novel yang gagal terbit, jadi saya akan membagi postingan ini menjadi 3 bagian. Semangat membacaa!! :D

Seorang “bos” yang baik hati semoga beliau gak nyesel berkenan membiayai acara penyegaran otak bwt saya dan temen-temen 1 tim (ber-8) di kantor. We were going to Bali, unfortunately for 2 days only.

Berangkat hari Jumat after office hour klo saya sih siang2 kabur, kami janjian di Bandara Soekarno-Hatta untuk sama-sama terbang dengan pesawat jam 18.45 yang tentu saja….. DeLaY.. sampe kami sempet arisan dulu.

Akhirnya pesawat datang juga, dan kurang lebih 1,5 jam kemudian kami mendarat di Bandara Ngurah Rai – Bali dan segera menuju hotel yang dituju, yang berlokasi kurang lebih 700 meter dari pantai Kuta. Ini hotel kami ketika malam hari :

Hotel tempat kami menginap

Hotel tempat kami menginap

Berhubung pesawat yang kami tumpangi itu menganut paham efisiensi, jadilah kami ini lapar selapar-laparnya ketika sampai di hotel dimana saat itu jarum jam hampir menunjukkan tengah malam Waktu Indonesia Bagian Tengah. Kami serombongan nekat menyusuri jalan sepanjang Kuta demi mendapatkan sesuap berlian nasi. Akhirnya…… ada sebuah titik terang di ujung jalan. Sebuah restoran!! McD.

Yah… sedih juga sih, jauh-jauh datang ke Bali ujung-ujungnya masa makan di McD :sad: Tapi kali itu McD memang menjadi penyelamat bagi keberlangsungan hidup beberapa anak manusia. Setelah kenyang dengan menu seadanya, kami pun kembali ke hotel dan… bobo :D

-ciya-

Sharing Info , ,