Hari berikutnya adalah hari santai-santai, nO otOt, nO peGeL! 
Tujuan kami berikutnya adalah Pura Tirtha Empul, kemudian ngopi-ngopi sebentar di sebuah perkebunan yang saya lupa namanya, lalu makan siang di Kintamani, dan yang terakhir adalah shopPing di Joger sebelum menuju bandara.
Dalam bahasa Bali, Tirtha artinya air, dan Empul dapat diartikan seperti menyembul, muncul. Pura Tirtha Empul dinamakan demikian karena di dalam kawasan tersebut terdapat air dari dalam perut bumi yang menyembul keluar layaknya mata air, namun dingin.

- Mata Air Pura Tirtha Empul
Air tersebut dialirkan kedalam kolam-kolam yang tersedia untuk pengunjung, baik wisatawan ataupun umat Hindu yang percaya akan khasiatnya. Ketika kami kesana, bertepatan dengan upacara agama jadi masih sangat ramai. Di dalam kawasan pura ini juga terdapat sebuah situs yang bernama Lingga-Yoni dengan sebuah pohon berdiri disana yang diyakini sebagai pohon Bodhi. Situs tersebut mengejawantahkan alat kelamin laki-laki dan perempuan (bener-bener ada patung yang bentuknya mirip “ini” – lihat foto). Situs ini biasa didatangi oleh orang-orang yang ingin memohon untuk memiliki keturunan ataupun rumah tangga yang bahagia. Kemudian, di dalam area Pura ini pula pengunjung dapat melihat Jembatan Persahabatan, Istana Tampaksiring dari kejauhan.

- Sekilas Pura Tirtha Empul dan Istana Tampaksiring
Dari Pura Tirtha Empul, kami menuju sebuah kebun kecil yang juga menyuguhkan minuman asli hasil dari kebun itu plus oleh-oleh. Disana kami disuguhkan kopi Luwak yang terkenal itu, cokelat bali, dan jahe. Mungkin sebagian besar dari kita telah mengetahui asal dari bahan makanan Cokelat dan jahe. Bagaimana dengan kopi Luwak?

- Metamorfosa kopi luwak
Hehehehehe…. Gambar di atas sudah cukup menjelaskan asal-muasal kopi luwak kan? Kalau belum jelas, kira-kira gini:
Buah kopi yang tumbuh di kebun dimakan oleh Sang Luwak –> Sang Luwak sakit perut, truss…. $%@&&!! –> Lalu, petugas kebun mengambil “hasil olahan perut” Sang Luwak –> Dijemur –> Disangrai –> Digiling jadi bubuk kopi –> Jadilah Kopi Luwak yang terkenal itu.
Saya sih cuma nyobain minuman cokelatnya, ga kuat ngopi. Apalagi ternyata kopi luwak berkadar kafein lebih tinggi daripada kopi biasa. Untuk minuman cokelat, disediakan bubuk cinnamon (kayu manis) untuk dijadikan campuran.. dan rasanya.. hMm… hehehhehehee.. cobain sendiri deh

- Coklat
Minum-minumnya udahan dulu ya… Diteruskan di Jakarta saja dengan membeli oleh-oleh yang tersedia disana.
Perjalanan kami lanjutkan ke Kintamani dalam rangka menyelamatkan hajat hidup cacing-cacing di perut kami yang sudah bikin konser persahabatan. Rumah makan yang dipilih terletak di tepi jalan raya dan memiliki pemandangan luar biasa – Gunung dan Danau Batur.

- Danau dan Gunung Batur dari kejauhan
Sayang sekali kali itu kami tidak berkesempatan untuk turun ke lembah untuk memandang Danau Batur lebih dekat lagi dan menyebranginya menuju Desa Trunyan yang memiliki tradisi unik. Warga desa tersebut memiliki tradisi tidak mengubur ataupun membakar jenazah jika ada warganya yang meninggal. Jenazah itu hanya diletakkan di bawah pohon yang mengeluarkan bau harum atau biasa disebut pohon Menyan, sehingga tidak akan ada aroma busuk tersebar di udara desa hingga jenazah-jenazah tersebut hanya tinggal kerangka saja.
Next time we will, insya Allah.
Setelah kenyang, kami pun kembali lagi ke Kuta menuju Joger untuk sekadar membeli oleh-oleh. Kesan-pesan saya setelah mengunjungi Joger untuk kedua kalinya adalah : THERE IS NO AIR TO BREATHE!
Sungguh sangat sumpek sampai-sampai saya bingung mau beli apa karena gak bisa lihat-lihat barangnya dengan leluasa. Sepertinya mengunjungi Joger waktu akhir pekan memang bukan keputusan yang bijak, karena wisatawan lokal rata-rata juga memiliki tujuan yang sama pada hari itu. Sejauh pengamatan saya, isi Joger pada saat itu kira-kira 80% anak muda, 15% orang tua, dan sisanya turis mancanegara.
Kenapa sih Joger gak buka cabang aja??? –> bukan pertanyaan yang cerdas yang pantas dilontarkan seorang mahasiswa S2.
Capek… dan lega ketika berhasil keluar dari Joger. Rasanya hati ini sudah mulai rindu kampung halaman.
Menuju Bandaraaa…………… dan………………… dELaY again!!!
Bali ku… Jakarta ku… Indonesia kuuu… Why..???
But I will always LoVe you…..
LoVe,
-ciya-
Sharing Info danau batur, jalan-jalan ke bali, kintamani, kopi luwak, liburan gratis, liburan ke bali, pura tirtha empul
Comments