Bahkan pengamen pun tau Lehman Brothers
It is a very usual moment. Every morning, every day, on a public transportation. Pengamen.. (bahasa inggrisnya apaan sih?? hehehe.. )
Kali ini, pengamen yg menemani perjalanan saya ke kantor di atas bis kota melakukan sedikit inovasi. Pengamen yg membawakan puisi….? itu biasa. Tapi kali ini, isi puisinya mengenai sebuah surat yg dikirimkan untuk SiMbok-nya di kampung sana. Jadi, puisinya lebih kyk sebuah monolog dalam surat. Wehehehe…. apa sihh??!
Jadi gini, dia seolah-olah sedang bercerita sama SiMbok-nya itu klo baru saja di-PHK sebagai imbas resesi saat ini. Dia bingung, knp resesi yg terjadi di Amerika sana bisa nyampe ke Indonesia dan menyebabkan dia kena PHK kyk gini? Trus.. masa tau-tau dia bilang..
“Ada yg bilang klo resesi di Amerika itu gara-gara bangkrutnya persodaraan Le’ Man alias Le’ Man Broder. Lha wong Le’ Man ga punya apa-apa ko bisa bangkrut.. sawah aja cuma sepetak! Lha trus itu.. masa namanya jadi Le’ Man Broder Kompeni. Le’ Man ngapain kerjasama sama kompeni, bukannya Indonesia udah lama merdeka ya?”
Kira-kira begitulah kondisi sebagian rakyat kecil di Indonesia saat ini, menjadi korban dari krisis global yang berawal di AS tanpa tau alasan yang sesungguhnya. Yang mereka tau, krisis itu terjadi di Amerika, namun mengapa Indonesia juga ikut-ikutan resesi? Jelas-jelas jarak Indonesia-Amerika tu sangat jauh.
Ketika perekonomian negara mengalami krisis akibat imbas dari krisis di Amerika, rakyat yg menjadi korban. Banyak instansi yang mulai merencanakan untuk melakukan merger demi efisiensi. Lagi-lagi.. melakukan merger berarti menggabungkan instansi-instansi terkait menjadi sebuah instansi baru, yg di dalamnya sudah tentu terjadi perampingan SDM. Apakah rakyat kecil akan selalu menjadi korban yg bahkan mereka sendiri pun tidak mengerti alasan mengapa mereka menjadi korban..?
-CK-




Comments