Bahkan pengamen pun tau Lehman Brothers

December 23rd, 2008

It is a very usual moment. Every morning, every day, on a public transportation. Pengamen.. (bahasa inggrisnya apaan sih?? hehehe.. )

Kali ini, pengamen yg menemani perjalanan saya ke kantor di atas bis kota melakukan sedikit inovasi. Pengamen yg membawakan puisi….? itu biasa. Tapi kali ini, isi puisinya mengenai sebuah surat yg dikirimkan untuk SiMbok-nya di kampung sana. Jadi, puisinya lebih kyk sebuah monolog dalam surat. Wehehehe…. apa sihh??!

Jadi gini, dia seolah-olah sedang bercerita sama SiMbok-nya itu klo baru saja di-PHK sebagai imbas resesi saat ini. Dia bingung, knp resesi yg terjadi di Amerika sana bisa nyampe ke Indonesia dan menyebabkan dia kena PHK kyk gini? Trus.. masa tau-tau dia bilang..
“Ada yg bilang klo resesi di Amerika itu gara-gara bangkrutnya persodaraan Le’ Man alias Le’ Man Broder. Lha wong Le’ Man ga punya apa-apa ko bisa bangkrut.. sawah aja cuma sepetak! Lha trus itu.. masa namanya jadi Le’ Man Broder Kompeni. Le’ Man ngapain kerjasama sama kompeni, bukannya Indonesia udah lama merdeka ya?”

Kira-kira begitulah kondisi sebagian rakyat kecil di Indonesia saat ini, menjadi korban dari krisis global yang berawal di AS tanpa tau alasan yang sesungguhnya. Yang mereka tau, krisis itu terjadi di Amerika, namun mengapa Indonesia juga ikut-ikutan resesi? Jelas-jelas jarak Indonesia-Amerika tu sangat jauh.

Ketika perekonomian negara mengalami krisis akibat imbas dari krisis di Amerika, rakyat yg menjadi korban. Banyak instansi yang mulai merencanakan untuk melakukan merger demi efisiensi. Lagi-lagi.. melakukan merger berarti menggabungkan instansi-instansi terkait menjadi sebuah instansi baru, yg di dalamnya sudah tentu terjadi perampingan SDM. Apakah rakyat kecil akan selalu menjadi korban yg bahkan mereka sendiri pun tidak mengerti alasan mengapa mereka menjadi korban..?

-CK-

Life , ,

Mo Nyebrang aja ko Ribett..

December 18th, 2008

Masih di seputar Salemba. Tapi kali ini, TKP berada di persimpangan Jalan Salemba Raya dengan Matraman Raya yang berpotongan langsung dengan Jalan Pramuka dan Matraman arah Manggarai.

Silahkeen dilihat peta dibawah ini:

peta

Kasus yang hendak saya bahas disini adalaaah… (hiperbolis mode on: )

Mengapa menyebrang di ruas Jalan Matraman arah Manggarai dari arah Salemba Raya terasa sangat susah dan butuh perjuangan..??

Jadi, klo lagi lampu merah tu.. normalnya kan kendaraan berhenti di belakang zebra cross supaya pejalan kaki bisa nyebrang dengan tenang.

Nah ini…….
Pasukan “belalang tempur” yang mungkin dipikir jalanan itu adalah punya bapaknya malah maju sampe melebihi zebra cross, bahkan sudah hampir memasuki sisi seberang jalur. Bayangin aja gimana susahnya kami ini para pejalan kaki yang mau nyebrang dengan kondisi seperti itu.
Pokonya, kalo mau nyebrang tu harus siap mental dan fokus. Karena apa? Karena, kita harus lincah meliuk-liuk untuk mencari celah sempit diantara pengendara motor dan mobil yang udah merampas lahan menyebrang itu tadi.

Kenapa harus lincah? Karena kita ga tau kapan lampunya akan berubah jadi hijau. Ga ada timer yang biasanya terpasang pada lampu lalu lintas di jalan-jalan besar yang bisa jadi petunjuk utk penyebrang jalan.

Beberapa kali saya terjebak dalam kondisi lampu berubah hijau ketika saya belum mencapai seberang jalan. Paniikk!! tapi kan ga mungkin balik lagi. Walhasil, besok-besok kalo kira2 hati ini mengatakan “jangan nyebrang”, yaa.. terpaksa saya nunggu sampe lampu merah berubah jadi hijau, lalu merah lagi
Fyuuuhhh… lama sih.. tapi paling nggak saya ga harus nyebrang dengan berlari kecil zig-zag. Tapi yo mosok aku harus mengandalkan hati melulu utk nyebrang?? Yo mbok dibantu.. kami2 ini untuk bisa menyebrang dengan lebih tenang sehingga selamat sampai tujuan. amiinn…

Kekonyolan pengendara sepeda motor bandel itu suatu ketika “kepergok” sama polantas yang sangat kebetulan sekali lagi iseng lewat persimpangan itu. Jadi, mobil polantas dari jalur X mau berputar ke jalur Y (lihat peta). Trus, kondisi saat itu, area Biru sedang lampu merah. Pasukan belalang tempur kan memadati area Biru itu sampe menutup akses jalan untuk kendaraan yang mau putar arah. Naaah… pas mobil polantas sampe area Biru ituuu… kan gabisa muter tuu.. Kayaknya polisinya kesel, trus mobilnya sengaja diarahkan ke pengendara motor bandel itu supaya mreka mundur. Mana mungkin mreka bisa mundur.. wong dibelakangnya sudah padat tidak merayap. Jadddi.. motor2 itu membubarkan dirinya dengan ada yang nekat menerobos lampu merah, ada yang seharusnya lurus jadi belok kanan hihihi.. macem2 deh.

Dalam hatiku “iklan A Mild banget siih..” Harus diawasin terus baru pada tertib. Kayak anak kecil aja. Trus lagian itu polantas malah ngabur, bukannya diem aja di persimpangan itu!!

haaah….. mo nyebrang aja ko ribet

-CK-

Sharing Info , , , ,

gambar keren

December 13th, 2008

yg manis-manis

gourdon-candy-store_113931

 
yang bikin ngantuk
 

bedrum10

-CK-

Funny and Junks

Tilang-Menilang

November 26th, 2008

Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja untuk kebutuhan lebaran, saya sekeluarga pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan yang menarik ketika saya menumpang taksi tersebut, yaitu ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi. Sempat teringat oleh saya dialog antara polisi dan sopir taksi.

Pak Pulisi (Pul) : Selamat siang mas, bisa lihat Sim dan STNK?
Pak Sopir (Sop) : Baik Pak..
Pul : Mas tau..kesalahannya apa?
Sop : Gak pak
Pul : Ini nomor polisinya gak seperti seharusnya (sambil nunjuk ke plat nomor taksi yg memang gak standar) sambil langsung mengeluarkan jurus sakti mengambil buku tilang.lalu menulis dengan sigap
Sop : Pak jangan ditilang deh. wong plat aslinya udah gak tau ilang kemana. kalo ada pasti saya pasang
Pul : Sudah.saya tilang saja.kamu tau gak banyak mobil curian sekarang. (dengan nada keras !! )
Sop : (Dengan nada keras juga ) Kok gitu! taksi saya kan Ada STNK nya pak , ini kan bukan mobil curian!
Pul : Kamu itu kalo di bilangin kok ngotot (dengan nada lebih tegas) kamu terima aja surat tilangnya (sambil menyodorkan surat tilang warna MERAH)
Sop : Maaf pak saya gak mau yang warna MERAH suratnya.Saya mau yg warna BIRU aja
Pul : Hey! (dengan nada tinggi) kamu tahu gak sudah 10 Hari ini form biru itu gak berlaku!
Sop : Sejak kapan pak form BIRU surat tilang gak berlaku?
Pul : Inikan dalam rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form BIRU.
Dulu kamu bisa minta form BIRU. tapi sekarang ini kamu Gak bisa. Kalo kamu gak kamu ngomong sama komandan saya (dengan nada keras dan ngotot)
Sop : Baik pak, kita ke komandan bapak aja sekalian (dengan nada nantangin tuh polisi)

Dalam hati saya .berani betul sopir taksi ini .

Pul : (Dengan muka bingung) Kamu ini melawan petugas!?
Sop : Siapa yg melawan!? Saya kan cuman minta form BIRU. Bapak kan yang gak mau ngasih
Pul : Kamu jangan macam-macam yah. saya bisa kenakan pasal melawan petugas!
Sop : Saya gak melawan!? Kenapa bapak bilang form BIRU udah gak berlaku? Gini aja pak saya foto bapak aja deh. kan bapak yg bilang form BIRU gak berlaku (sambil ngambil HP) Wah - wah hebat betul nih sopir .. berani, cerdas dan trendy (terbukti dia mengeluarkan hpnya yang ada berkamera.
Pul : Hey! Kamu bukan wartawankan! ? Kalo kamu foto saya, saya bisa kandangin (sambil berlalu). Kemudian si sopir taksi itupun mengejar itu polisi dan sudah siap
melepaskan “shoot pertama” (tiba-tiba dihalau oleh seorang anggota polisi lagi )
Pul 2 : Mas, anda gak bisa foto petugas sepeti itu
Sop : Si bapak itu yg bilang form BIRU gak bisa dikasih (sambil tunjuk polisi yg menilangnya) lalu si polisi ke 2 itu menghampiri polisi yang menilang tadi, ada pembicaraan singkat terjadi antara polisi yang menghalau si sopir dan polisi yang menilang. Akhirnya polisi yg menghalau tadi menghampiri si sopir taksi.
Pul 2 : Mas mana surat tilang yang merah nya? (sambil meminta)
Sop: Gak sama saya pak.. Masih sama temen bapak tuh (polisi ke 2 memanggil polisi yang menilang)
Pul : Sini tak kasih surat yang biru (dengan nada kesal), lalu polisi yang nilang tadi menulis nominal denda sebesar Rp.30..600 sambil berkata “nih kamu bayar sekarang ke BRI . lalu kamu ambil lagi SIM kamu disini, saya tunggu”..
Sop : (Yes!!) Ok pak ..gitu dong kalo gini dari tadi kan enak. Kemudian si sopir taksi segera menjalnkan kembali taksinya sambil berkata pada saya, “Pak .. maaf kita ke ATM sebentar ya … mau transfer uang tilang . Saya berkata ya silakan.

Sopir taksipun langsung ke ATM sambil berkata, . “Hatiku senang banget pak, walaupun di tilang, bisa ngasih pelajaran berharga ke polisi itu.” “Untung saya paham macam2 surat tilang.”
Tambahnya, “Pak kalo ditilang kita berhak minta form Biru, gak perlu nunggu 2 minggu untuk sidang Jangan pernah pikir mau ngasih DUIT DAMAI.. Mending bayar mahal ke negara sekalian daripada buat oknum!”

Dari obrolan dengan sopir taksi tersebut dapat saya infokan ke Anda sebagai berikut:

SLIP MERAH, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan Dan mau membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat. Itupun di pengadilan nanti masih banyak calo, antrian panjang, Dan oknum pengadilan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilai tilang. Kalau kita tidak mengikuti sidang, dokumen tilang dititipkan di kejaksaan setempat, disinipun banyak calo dan oknum kejaksaan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang.

SLIP BIRU, berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda. Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalo gak salah norek Bank BUMN).
Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk di tukar dengan SIM/STNK kita di kapolsek terdekat dimana kita ditilang.

You know what!? Denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak melebihi 50ribu! dan dananya RESMI MASUK KE KAS NEGARA.

(taken from e-mail teman)
========================================================================

Pesan Moral : FK.. kamu tu harusnya kyk gini ;)) Ini ko malah jalan ‘damai’. Ga bener.. ga bener….

lihat postingan : “Bingkisan dan insiden kecil” untuk melihat contoh yg tidak bener yg telah dipraktekan dgn sukses oleh FK..
hihihihihihiih…

-CK-

Sharing Info , , , , ,

Nasib PKL Salemba

November 11th, 2008

Belakangan ini selalu ada penertiban di jalan Salemba Raya, tepatnya di sekeliling trotoar depan gedung Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Memang area itu selalu dipadati oleh pedagang kaki lima (PKL). Para PKL itu memang sudah sejak lama berdagang dan mencari nafkah di kawasan itu.

Beberapa waktu lalu, sempat terjadi bentrok antara aparat Tramtib dengan para PKL yang berusaha mempertahankan lapak kecil mereka disana. Aksi kejar-kejaran dan pengusiran secara paksa pun terjadi. Memang pada akhirnya kawasan itu berhasil ‘dibersihkan’ dari PKL, dan keadaan itu sempat bertahan beberapa hari. Suasana jalan pun terlihat menjadi lebih teratur karena trotoar tempat pejalan kaki sudah berfungsi sebagaimana mestinya. Di trotoar jalan pun terlihat pot-pot besar tanaman yang terkesan diletakkan disana. Agak mengganggu pejalan kaki, namun masih terlihat rapi. Dan, yang paling mencolok adalah dipasangnya spanduk besar yang isinya kira-kira seperti ini “Dilarang Berjualan di Kawasan ini”, serta para petugas yang terus berjaga disana.

Selang beberapa hari, trotar pun kembali seperti sedia kala, penuh oleh PKL dengan lapak-lapak kecilnya. Kemanakah para petugas tramtib itu pergi? Keadaan itu bertahan untuk waktu yang cukup lama, sampai tulisan ini saya buat, saya kembali melihat bahwa kawasan itu telah ‘bersih’ lagi dengan aparat yang sedang berjaga-jaga disana.

Mengapa Pemda DKI membiarkan kondisi ini terus berlangsung?
Jika memang berniat menertibkan kawasan itu, mengapa harus kejar-kejaran terus dan bukannya malah memberi solusi yang menyelesaikan permasalahan?
Mungkin para PKL itu juga ikut andil karena tidak berlaku tertib, namun adakah solusi bagi mereka untuk dapat melanjutkan usaha mereka dalam menjemput rejeki?

-CK-

Sharing Info , , , ,

Selamat Hari Raya Iedul Fithr 1429 H

October 1st, 2008

Kami, FK dan CK, mengucapkan :

Selamat Hari Raya Iedul Fithr 1429 H

Semoga amal ibadah kita diterima Alloh ta’ala.

Amin.

.:: FK - CK ::.

Religi