Bingkisan dan insiden kecil.
Sampe di rumah Paijo pukul 3 kurang 10 waktu handphoneku. Aku diajak ke ruang tengah untuk kemudian ngobrol dan nonton tipi. (padahal sebelumnya aku dah gak nonton tipi hampir selama 3 minggu). Setelah sekitar satu jam aku di rumahnya Paijo, aku agak surprised, dalam hatiku aku berkata,
“koq aku nggak cepet2 diusir yah…., padahal aku gak boleh lama2 disini“. Demi menjaga komitmen bahwa aku tidak boleh sampe sore berkunjung ke rumahnya, aku bilang ke Paijo kalo jam setengah 5 aku mau pamit dan pulang.
Jam setengah 5 pun menjelang, dan aku bilang ke Paijo bahwa aku mau pamit, dan pengen pamit ke mamah nya. Tapi ternyata si mamah lagi menghilang. Tidak beberapa lama kemudian si bapak-nya Paijo pulang kerja. Kepikiran juga untuk pamit ke si bapak, tapi koq kayaknya gak etis banget, masak orang baru pulang langsung dipamiti. Akhirnya maksudpun ditahan kembali.
Waktu pun berlalu, sampai akhirnya si mamah menampakkan dirinya(dari mana saja si mamah ini???). Saat itu sudah sekitar jam setengah 6. Aku pikir ini saatnya aku pamit. Ketika aku sedikit guyon kalo aku mau pamit ke si mamah, eee… dijawab si mamah kalo intinya aku itu diminta berbuka dulu disana.
Kebetulan juga nih, si mamah tahu aja permasalahanku sebagai anak kos. :”> pengennya yang gratisan :))
Waktu berbuka pun tiba, dan kau tahu apa hidangan ta’jilnya? KOLAK!!! it was very delicious!!!!. Untuk ketiga kalinya dalam romadhon ini aku berbuka dengan kolak. Terakhir aku berbuka dengan kolak adalah ketika berbuka di salah satu kampus di gondangdia.
Setalah sholat maghrib, akupun mengajukan ijin untuk pamit pulang, tapi tetep aja ga diijinin. Aku diijinin pulang setelah aku selesai makan besar. Akhirnya acara makanpun dimulai, tau apa salah satu hidangannya??? KAREDOK!!!! makanan yang sebelumnya aku cap sebagai makanan yang nggak begitu enak. Tapi setalah aku makan tuh karedok, hmmmm…. enak juga sampai aku nambah beberapa kali(Paijo, maaf yah kalo karedoknya habis).
Makan pun selesai, setalah itu aku tidak langsung pulang. Aku ngumpul sebentar dengan Paijo, si mamah dan si bapak di ruang tengah. Ngobrol sana sini ga jelas. Obrolan itu diakhiri dengan suatu kalimatnya si bapak yang aku nggak berani berkomentar terlalu jauh, takut salah. Kalimat itu juga yang membuat skorku dengan skor si bapak menjadi 0-1.
Apa kalimat itu? “Sudah lama saya tidak jadi pejantan!!!!” => silahkan dipikirkan sendiri maknanya.
Akhirmya setelah obrolan itu selesai, sambil menggendong tas punggungku yang ternyata hmmmm… jauh lebih berat dibanding dengan saat aku datang ke rumah Paijo, akupun pulang ke kosanku. Aku pulang dengan melewati jalan gatsu. Selama perjalanan aku kayak orang gila, aku senyum2 sendiri, teringat kalimat terakhir si bapak tadi
.
Sesampai jembatan semanggi, tiba2 ada yang terhormat dua bapak polisi memintaku untuk berhenti. Satu berhenti di depanku, dan yang satunya berhenti di belakangku.
Kemudian polisi yang didepanku menghampiriku.
Polisi : “Selamat malam pak” (sembari memberi hormat ala upacara hari senin)
FK : “Selamat malam pak“
Polisi : “Surat2 kendaraan bapak lengkap? boleh saya melihatnya?“
FK : “Lengkap pak, ada apa ya pak? Ada yang slah dengan saya?”
Aku mikir, kayaknya dari tadi aku taat rambu lalu lintas, dan gak pernah melanggarnya. Apa gara2 plat motorku luar jakarta yah
Siap2 dech kehilangan beberapa lembar kertas ijo ato merah.
Polisi : “Anda melanggar UU bla bla bla pasal bla bla bla ayat bla bla bla junto bla bla bla “
Dalam hatiku aku ngomong, “apapun itu aku gak paham apa yang kau sebutin pak, km itu ngomongnya asal mbuka atau emang dibuat-buat ataupun udah hapal karena dah disuruh menghapalnya, aku ga perduli“
FK : “Itu tentang apa yah pak?“
Polisi : “Bapak melanggar peraturan dikarenakan lampu belakang motor bapak mati“
Waks, masak iya, perasaan kemaren2 nyala dech. Kmd aku cek2 sebentar lampu motor. Dan akhirnya aku mengakui, kelo emang lampu belakang motor emang mati.
Setelah pengecekan selesai, akupun menyerahkan surat2 kendaraan. Kemudian bapak polisi memeriksa tulisan2 kecil di STNK dan SIMku.
Polisi : “Bapak aslinya mana?” (karena melihat STNK dan SIM non-jakarta)
FK : “xxxxxxx pak“
Polisi : “OOO….. petanahan?“
FK : “Bukan pak.“
Polisi : “Anda tahu pengandilan jakarta pusat bla bla bla bla” (aku dah nggak ndengerin si polisi ngomong apa)
FK : “udah lah pak, langsung saja” => ketahuan, kalo aku tuh males banget berurusan dengan polisi, ribet men!!!, lagian besok aku mo mudik, mana sempat ngurusin pengadilan.
Polisi : “Lampu anda mati, berarti kalo seperti itu, anda akan terus melanggar donk“
FK : “Ya nggak lah pak, mana saya tau pak kalo lampu saya mati, kalo tau mati ya langsung digantilah pak!!!“
FK : “Jadi sekarang gimana pak?“
Polisi : “ya sudah, sini saya bantu prosesnya” => aku paham maksudnya
FK : “Berapa pak?” (pengen acara tawar menawar segera dimulai)
Polisi : “Sepantasnya lah pak” => lega dia ngomong gitu :))
Sambil berlagak ga punya duit (emang iya sih), aku mulai mengeluarkan uang kertas yang terlipat-lipat lusuh dari kantong celana. Akhirnya 1 lembar uang merah (10 ribuan) dan satu lembar uang ijo (20 ribuan) berhasil dirapihkan dan di serahkan ke bapak polisi.
Kemudian sebelum menyerahkan itu duit, pak polisi sedikit mengajak ku ke tempat yang agak gelap (hihihihi…..hayo, kenapa tuh pak? ;)) ).
Pak polisi pun menerima uang itu dan sedikit tersenyum. :)) dasar polisi indonesia.
Setelah akad selesai, kami masih sedikit ngobrol
FK : “Emang bapak darimana, koq tahu petanahan?“
Polisi : “Saya orang xxxxxxxx“
FK : “Oooooo….” sambil sok akrab dan berjabat tangan hangat karena berharap dia nggak minta tambah lagi. Saat berjabat tangan, tuh 2 lembar uang itu ternyata masih di genggaman tangan kanan si bapak polisi. Dan saat berjabat tangan, krasa banget, si bapak polisi berusaha mengamankan 2 lembaran itu. =))
Polisi : “Ya sudah pak, terima kasih dan selamat malam“
FK : “Malam pak“.
Ah dasar polisi jakarta, mentang2 mau lebaran, ada2 aja cara meraka untuk berlebaran. Baru kali ini aku berurusan dengan polisi jakarta. Tapi koq tumben yah, tarif mereka koq cuman segitu, denger2 dari teman2ku, tarif polisi jakarta jauh lebih besar dari yang telah aku kasih.
Perilakuku yang pengen instan ini juga nggak bisa dibenarkan lho yah!! jadi jangan ditiru!!. Kalo melanggar peraturan, ya sonoh diselesaikan di pengadilan (wlw dengan effort yang nantinya jauh lebih gedhe
. )
Setelah episode singkat dengan si bapak2 polisi selesai(aku ngrasa gak ada 3 menit), aku langsung berdesak2an kembali dengan pengendara mobil-motor di jalan gatsu untuk menuju ke kosanku di daerah pancoran.
Akhirnya jam 8 kurang seperempat akupun sampai di kosanku. Hiks… untuk kedua kalinya aku nggak dapet sholat traweh berjamaah :(.
Setelah masuk kamar, aku penasaran, apa sih isi tasku?, jangan2 ada kucingnya Paijo masuk tasku.
Tapi ternyata isinya? speechless dech…. 2 bingkisan yang bagus isi dan kemasannya, termaktub dalam satu tas kecil. Selain bingkisan itu ada juga sebungkus buah pegas(tau kan?). yummi.. enak dech…
Episode dengan pak polisi tidaklah sama sekali aku anggap. Karena episode itu tidak ada apa2nya dibanding dengan apa yang aku rasakan dan aku dapatkan hari ini.
Tahu apa yang aku rasakan saat ini: Bahagia, senang dan lega.
Terima kasih banyak Paijo !!!!
Moga malam ini mimpi indah dan besok pagi bisa mudik dengan enjoy dan selamat sampe tujuan.
.:FK:.


Comments