Kuliah Perdana BL

September 9th, 2008

Oke sodara-sodara, gini, BL means Business Law.
Wets.. jgn dipikir saya ini anak hukum loh ya. Saya aja baru ngerti kalo di sekolah bisnis itu ternyata belajar ilmu begituan. Katanya, calon2 CEO pun harus ngerti hukum!
ahahaha… Amin….

Jadi, perkuliahan perdana BL ini sedikit menepiskan persepsi saya bahwa mata kuliah ini akan sangat membosankan. Mr. Pakpahan berhasil membawakan intro dari matkul ini dengan sukses dan membuat saya mendengarkan kuliah dia yg dari jam 19.00-21.50 ituhh…

Pembahasan dimulai dari definisi hukum, jenis-jenis hukum dan temen-temennya. Standar.
Trus yang menarik tu adalah ketika Mr. Pakpahan mulai ngeluarin contoh-contoh kasus yang mulai menggelitik temen2 di kelas utk nanya. Maklum.. jarang2 di kampus kita tercinta itu dapet dosen dari praktisi, most of them adalah akademisi. So, saatnya bertanya!

Pertama, menyinggung masalah HAM. Gimana tu kaitannya hukuman mati dengan HAM si terdakwa?
He said, kalo proses hukum yang dijalankan sudah benar dan pada jalurnya, tidak ada pembahasan mengenai HAM lagi di dalamnya. Maksudnya dia gini, kalo proses peradilan sudah dilakukan dari tingkat paling bawah (Pengadilan Negeri) –> vonis mati.
Trus ke tingkat selanjutnya (Pengadilan Tinggi) –> vonis mati.
Trus.. trus sampe ke Mahkamah Agung juga –> vonis mati.
Dan at the end, jika pun pihak pembela mengajukan proses kasasi dan ditolak, it means positive –> vonis mati.
So, dalam kasus proses hukum yang seperti ini, dimana prosedur dan jalur-jalurnya sudah benar, maka HAM adalah ketika eksekusi mati itu dijatuhkan kepada terdakwa. Karena, dengan eksekusi mati itu dilaksanakan berarti negara sudah melindungi warga negaranya dari seorang yang memang ‘berbahaya’ atau dapat mengancam kehidupan hajat hidup orang banyak.
For instance, dari ancaman seorang freak or whatever yang jiwanya sensitif sehingga melakukan mutilasi kepada lawan bicaranya yang cuma iseng bercandain dia. And he did it for several times, more than 15 victims yang udah dia cincang2. Hiiii…..!!! Sakit jiwa.

Pembahasan berikutnya dimulai dengan menyinggung jargon-jargon para “pemimpin” bangsa ini yang ambisius ketika berebut kekuasaan. Masih segar dalam ingatan kita sebuah jargon yang bunyinya “Serahkan pada ahlinya”. hehehe…
Ape kabarnye monorel ye Bang?

Konsep transportasi masal yang tiang-tiang pancangnya menghiasi beberapa ruas jalan utama di ibukota itu, saat ini terlihat seperti besi-besi perusak pemandangan dan penyebab kemacetan saja. Proyek yang sudah sempat dijalankan pada periode kepemimpinan sebelum beliau itu, sekarang terbengkalai ‘nggak jelas juntrungannya’. Malah pada beberapa titik, misalnya pada ruas Jalan Tentara Pelajar tak jauh dari depan gedung Manggala Wanabakti terdapat seonggok tiang pancang di tengah jalan yang gelap gulita. Tentu saja keberadaan tiang tersebut berpotensi menimbulkan kecelakaan bagi pengendara yang belum familiar dengan kondisi jalan disitu.

Lah, terus hubungannya sama matkul ini apa? hehehe… ga ada sih, karena pembahasan ini sejenis intermezo di kelas ^_^

Pak dosen sempat berpendapat bahwa moda transportasi yang tepat diterapkan dalam ibukota adalah bukan seperti busway yang ada sekarang ini. Bentuk transportasi yang bergerak di atas (seperti monorail atau double decker) mungkin bisa menjadi solusi dari keruwetan transportasi di Jakarta tercinta ini, karena bentuk yang seperti itu memiliki jalur sendiri yang tidak menyentuh laju transportasi dibawahnya.

Oke, Sir! Kenapa sih bukan Bapak aja yang dilantik jadi gubernur kemaren??

-CK-

Life , , , , ,

Kekuatan Hati

September 8th, 2008

Kemarin siang menjelang sore, aku main-main ke rumah tanteku yang memang letaknya hanya di belakang rumahku saja. Awalnya, aku diminta dia untuk membantu menyelesaikan urusan kantornya, tapi ternyata ada satu kendala sehingga kami tidak bisa menyelesaikannya saat itu. Walhasil, kami cuma ngobrol-ngobrol, sharing dan brainstorming tentang berbagai hal. Mulai dari usaha yang sedang dia jalankan, pekerjaannya, sampai masalah kekhawatirannya kepada anak semata wayangnya – adik sepupuku.

Ketika sharing mulai menyentuh wilayah pribadi alias curhat, dia mulai cerita tentang perjalanan adik sepupuku yang memang baru akan menginjak dunia permahasiswaan itu. Adik sepupuku itu baru saja menyelesaikan masa orientasinya di sebuah Akademi Perawat swasta di Jakarta. Awalnya, tanteku menyarankan agar sang anak memilih Ilmu Komputer sebagai major dalam jenjang pendidikan selanjutnya yang akan dia tempuh. Namun, merasa lemah dalam ilmu eksakta, adik sepupuku itu lantas lebih memilih untuk mendalami ilmu keperawatan. Melihat semangat dan kebulatan tekad anaknya, akhirnya dengan dukungan dan doa beliau pun mengizinkannya untuk ikut serta dalam proses seleksi penerimaan mahasiswa baru pada Akademi Perawat yang dipilihnya.

Kekhawatiran tanteku cukup beralasan, mengingat adik sepupuku itu adalah seorang anak tunggal yang terbiasa hidup berkecukupan dan senantiasa dilayani, tanteku pun berpikir tentang kemampuan anaknya dalam perkuliahannya nanti. Bukan apa-apa, seorang perawat itu sangat dituntut untuk menjadi seseorang yang memiliki kelapangan hati yang lebih dibandingkan profesi lainnya. Apakah seorang gadis manja yang pola pikirnya belum ‘terbuka’ dan jarang melakukan segala-galanya sendiri itu nanti akan mampu merawat dengan baik pasien-pasiennya? Mengurus diri sendiri saja terkadang dia masih belum becus, gimana ngurusin orang? Kemudian, kemampuan adik sepupuku dalam beberapa bidang akademik juga bisa dibilang berada di bawah rata-rata, sehingga kekhawatiran beliau semakin menjadi-jadi menjelang hari H tes seleksi. “Bagaimana jika dia tidak lulus. Apakah jiwanya yang masih labil akan bisa menerima kenyataan itu. Apakah dia akan merasa rendah diri dan tertekan batinnya?”, kira-kira seperti itulah kalimat yang dikatakan tanteku.

Kemudian, tanteku menceritakan tentang bagaimana kemauan keras adik sepupuku itu terwujud dalam kesehariannya menjelang hari H tes seleksi. “Dia tahajud terus tiap hari”, bisik tanteku karena kami berbicara di depan kamar adik sepupuku itu. Dan setelah adik sepupuku itu dinyatakan lulus tes seleksi, tanteku segera mengingatkan anaknya untuk bersyukur dan banyak-banyak berbagi kepada sesama. Namun, ternyata adikku itu sudah memiliki rencana lain yang sama sekali tidak kami duga akan dilakukan oleh seorang anak perempuan seperti dia. Dia bernazar kepada Allah SWT, akan berpuasa 3 hari jika memang diizinkan untuk bersekolah di tempat pilihannya. Dan adikku pun membayar nazarnya, dengan menambahkan 1 hari lagi sebagai wujud syukurnya yang sangat kepada Sang Pengasih. Satu lagi kejutan dari sebuah kekuatan hati yang luar biasa besar dari seorang remaja perempuan yang manja itu adalah, nilai kelulusan dia adalah yang tertinggi dari 12 orang teman-teman SMA nya dulu yang juga ikut mendaftar disana. Memang mungkin bukan yang tertinggi dari seluruh peserta tes seleksi, tapi prestasi tersebut membuahkan rasa bangga dan kebahagiaan tersendiri bagi orang tuanya.

Dalam perbincangan kami saat itu, jelas sekali terlihat bahwa tanteku sangat merasa bersalah pada anak semata wayangnya itu. Beliau mengakui bahwa selama ini jarang melakukan komunikasi intensif kepada anaknya. Dia terlalu sibuk pada pekerjaannya, yang memang dilakukannya bukan demi siapa-siapa, melainkan hanya untuk anaknya. Beliau bukanlah seorang single parent, namun hanya mencoba menopang suami yang memang saat ini sudah memasuki masa pensiunnya. Jadilah, tanteku itu memang merasa harus bekerja ekstra untuk putri semata wayangnya tadi. Untuk pendidikannya, maupun untuk hari-harinya kedepan. Memang kosekuensinya mahal, komunikasi dengan anak pun kurang lancar, sang anak juga merasa kesepian karena tidak memiliki tempat bersandar dirumah, dan akirnya dia pun terbentuk menjadi pribadi yang kurang mandiri serta memiliki pola pikir yang masih sangat sempit.

Aku pun merasa ikut andil atas semua itu karena sebagai seorang kakak, aku pun jarang sekali ada di dekatnya. Alhamdulillah, adik sepupuku itu sekarang mulai mengerti dan bertambah dewasa pemikirannya. Dia mengerti bahwa orang tuanya sedang berjuang demi dirinya, dan dia juga mengerti bahwa pada dirinya pulalah terdapat harapan-harapan dari orang-orang yang menyayanginya, termasuk diriku ini.

Selamat berjuang adikku dalam duniamu yang baru. Semoga kasih sayang dan ridho-Nya senantiasa menaungi dalam setiap langkahmu.

-CK-

Life , , ,

Mengganti Default Page di Internet Explorer

September 3rd, 2008

Jika anda salah satu diantara sekian juta orang pemakai Internet Explorer versi 6 atau versi 7 punyanya windows, anda pasti memperhatikan bahwa setelah kita membuka IE, secara default IE akan membuka suatu alamat web.

Pertama dijalankan, IE akan membuka url dengan alamat “http://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=74005″ atau yang sejenisnya. Kemudian, setelah beberapa saat diproses, maka alamat web tersebut akan dialihkan(redirect) ke alamat web “http://runonce.msn.com/runonce3.aspx” atau yang sejenisnya.
Terkadang untuk membuka alamat web tersebut dibutuhkan waktu yang tidak sedikit, tergantung kecepatan internet yang kita gunakan.
Hal tersebut tentu sangat mengganggu kan???? Udah bandwidth kesedot (ini merugikan kalo kita pake akses internet volume based), atau waktu kita terbuang untuk menunggu halaman itu selesai kebuka, ataupun kita kudu menambah pekerjaan yaitu menekan tombol stop pada internet explorer.

Ada cara yang bisa digunakan untuk menghilangkan perilaku IE membuka alamat web default tersebut, yaitu dengan sedikit utak-atik registry windows.
Langkah2nya adalah sebagai berikut :
1. Buka Windows Registry Editor dengan cara Start > Run, ketik “regedit” dan tekan tombol OK.
2. Masuk ke HKEY_CURRENT_USERSoftwareMicrosoftInternet ExplorerMain
3. Ubah nilai(value) dari RunOnceHasShown dan RunOnceComplete menjadi 1 (defaultnya 0)
4. Jika salah satu atau kedua Value Name tersebut belum ada, maka buatlah dengan cara klik kanan di window registry editor sebelah kanan, terus pilih New > DWORD value. Isikan Name dari DWORD tersebut sesuai dengan Value Name yang belum ada, kemudian ganti value Data-nya dengan 1.

IE Tools

5. Tutup Windows Registry Editor.
6. Buka internet explorer, kemudian masuk ke Menu Tools > Internet Options.
Di tab general ada bagian yang bernama Home page, isikan alamat web default yang ingin anda buka setiap anda membuka IE. Anda juga bisa mengosongkannya dengan cara memilih “use blank”.
Setelah semua dirasa cukup, maka simpanlah seting anda dengan cara menekan tombol “OK “

7. Re-open Internet Explorer, dan semoga anda bisa melihat perubahan yang terjadi.

.: :-) :.

.:FK:.

IT and Friends, Sharing Info , , ,

Sharing Internet Access Connection via Ad-Hoc Network

August 31st, 2008

If you have two computers which one computer connected to the Internet via wireless modem, and u want to make the internet connection accessible to the other computer, maybe the following articel could help you to realize.

Both computers must have wireless adapter enabled.

We will now assume that the connection is already configured on the PC equipped with Internet access. This computer (Comp 1) will play the role of server (proxy) whereas the other network computers will be client(Comp 2). They will be connected using their wireless adapter.

The Steps:

At Comp 1

1. Modem Interface Configuration (modem that used to connect to internet)

To authorize Internet connection sharing on Comp 1 : ,

- right-click “My network places” on the desktop,

- choose Properties in the menu.

- right-click your modem’s connection icon, then choose Properties.

- then click the Advanced tab and check the box Allow other network users to connect through this computer’s Internet connection as well as the other two boxes.

- click OK and than close the Network connection window.

Write down the IP configuration of modem that connected to internet,

example :

IP : 119.144.23.234

Subnet Mask : 255.255.0.0

Default Gateway : 114.199.21.72

Preffered DNS : 202.3.108.10

Alternate DNS : 202.3.110.10

2. Setting the configuration at wireless adapter

Follow this steps to create an ad-hoc wireless network :

- right-click “My network places” on the desktop,

- choose Properties in the menu.

- right-click your wireless adapter, then choose Properties.

- then click the Wireless Networks tab and click Add button.

Adding Ad-Hoc Networks
Adding Ad-Hoc Networks

- in the new appeared window, Wireless Network Properties window , fill the Network name(SSID) , and choose ‘Disabled‘ for Data encryption.

- Dont forget to ‘thick‘ checkbox This is a computer-to-computer (ad hoc) wireless;

Adding Ad-Hoc Networks
Adding Ad-Hoc Networks

- click OK and than close the Wireless Network Properties window.

- Set the IP address, by selecting General tab in Wireless Network Properties window and than select properties of Internet Protocol (TCP/IP)

Setting IP
Setting IP

- In the Internet Protocol (TCP/IP) window, enter the IP 192.168.100.1 and subnet mask 255.255.255.0. Set the Default Gateway, Primary DNS and Secondary DNS modem as modem configuration.

example :

IP : 192.168.100.1

Subnet Mask : 255.255.255.0

Default Gateway : 114.199.21.72

Preffered DNS : 202.3.108.10

Alternate DNS : 202.3.110.10

Setting IP
Setting IP

- click OK and than close the Internet Protocol (TCP/IP) window.

- click OK and than close the Network connection window.

3. Turn On Routing and Remote Access services

Routing and Remote Access services allows computers to dial in to the local computer through a modem (or other devices) to access the local network.

To enabling this services, open the services window first by selecting Start > Control Panel > Administratif Tools > Services

Select Routing and Remote Access services, and than start it.

Turning On Routing Service

Turning On Routing Service

At Comp 2

3. Setting the configuration at wireless adapter

Follow this steps to set IP configuration at wireless adapter:

- right-click “My network places” on the desktop,

- choose Properties in the menu.

- right-click at Comp 2 wireless adapter, then choose Properties.

- then select the General tab.

- select properties of Internet Protocol (TCP/IP)

Setting IP
Setting IP

- In the Internet Protocol (TCP/IP) window, enter the IP 192.168.100.2 and subnet mask 255.255.255.0. Set the Default Gateway as Comp 1 wireless IP, 192.168.100.1, Primary DNS and Secondary DNS modem as Comp 1Configuration .

example :

IP : 192.168.100.2

Subnet Mask : 255.255.255.0

Default Gateway : 192.168.100.1

Preffered DNS : 202.3.108.10

Alternate DNS : 202.3.110.10

Setting IP

Setting IP

- click OK and than close the Internet Protocol (TCP/IP) window.

- click OK and than close the Network connection window.

After everyting is done, now, try to connect both computer, comp 1 and comp 2.
Try to ping Comp 1 from Comp 2. If they are connected, you can access connected using Comp 2.
Hope everything work perfectly.
Cheerrr…………..

.:FK:.

IT and Friends, Sharing Info , , , , ,

Most wanted (I)

August 31st, 2008

The Three Musketeers

Kita semua tahu, siapa itu The three musketeers(untuk memudahkan penulisan, saya menyingkatnya menjadi TTM). Mereka adalah tokoh dalam novel yang juga berjudul The three musketeers karangan d’Artagnan. Anda bisa merujuk pranala ini untuk mengetahui lebih lanjut tentang TTM.

Kali ini saya akan melaporkan tentang TTM versi lain, yang beranggotakan M-1(Musketeer-1), M-2(Musketeer-2) dan M-3(Musketeer-3) <maaf, jika namanya kayak iklan product mobile communication >. Para TTM ini telah mulai bersatu dan melakukan aksi bersama kembali setelah beberapa waktu lamanya mereka sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Tapi, movement mereka kali ini bukanlah untuk menyerang kerajaan tetangga ataupun mempertahankan kerajaan dari para pemberontak. Tapi kali ini para musketeers itu sedang berjuang demi masa depan sang anggota kedua dari TT(M-2), yaitu mencarikan dia camusketeerwati (calon musketeerwati).

Slogan all 4 one, one 4 all mungkin kali ini “sedikit” mereka terapkan. ketika salah satu anggota tim berusaha mencari camusketeerwati, maka kedua anggota yang lain, yang notabene sudah mempunyai musketeerwati, pun ikut membantu.
Sang camusketeerwati yang diinginkan oleh M-2 bukanlah seorang putri dari kerajaan tetangga, yang untuk mendapatkannya kudu membawa bala pasukan untuk menaklukkan kerajaan tersebut.
Sang camusketeerwati juga bukan seorang bidadari yang harus diambil selendangnya ketika mandi agar tidak kembali ke negeri kayangan.
Tapi, sang camusketeerwati yang diincar adalah seorang biksuni yang sedang bertapa di tengah hutan belantara ilmu. Dia adalah seorang biksuni yang elok nan rupawan, baik hati, mempunyai ilmu kanuragan yang tinggi, halus budi pekertinya, dan juga disayangi oleh teman-teman sesama para pertapa.

Sebalum movement TTM dimulai, terlabih dahulu M-1 dan M-3 melakukan brifing dan memotivasi M-2 akan langkah yang diambil. Selain konsolidasi internal sesama TTM, mereka juga tidak lupa mengadakan woro-woro ke beberapa prajurit bawahan mereka akan projek penting yang akan mereka lakukan.

Akhirnya setelah M-2 mantap, maka movement pun dimulai.
Pertama-tama dikirimlah surat pembuka untuk sang camusketeerwati via burung merpati pos.
Setelah surat diterima oleh sang biksuni, dengan tanpa ada prasangka macam-macam, dibalaslah surat itu oleh sang biksuni. Sang biksuni membalas surat itu tidak dg daun lontar, tapi dengan telepati. — Perlu diperhatikan, di tengah hutan itu tidak ada daun lontar untuk menulis surat (koq aneh ya??? hutan apa pula itu??? ) —
Setalah beberapa kali berkirim-balas surat, akhirnya para TTM memberanikan diri menyampaikan maksud mereka, yaitu untuk minta ijin sowan ke pertapaan sang biksuni (wlw dengan sedikit memaksa).
Sang biksuni dengan kemampuan penerawangannya bisa merasakan niat dan maksud para TTM dibalik kunjungan mereka, tapi sang biksuni masih belum yakin, apakah itu benar apa tidak.
Akhirnya si biksuni pun mengijinkan mereka untuk nglurug ke pertapaanya, tentu dia terlebih dahulu menyiapkan segala ubo rampe, ilmu kanuragan ataupun persenjataan yang ada. Ingat, para calon tamunya itu adalah TTM, yang telah terkenal kehebatannya di kunglaw.

Setelah mengantongi paspor hijau kunjungan ke tengah hutan, akhirnya M-1 dan M-3 mulai melakukan babat alas.
Dengan berbekal senjata andalan mereka, yaitu pisau dapur, clurit dan golok, mereka dengan gagah berani mulai mancabut ataupun memotong semak belukar yang ada guna membukakan jalan bagi M-2. Jarak perjalanan yang mereka tempuh untuk sampai ke pertapaan sang biksuni tidaklah dekat, mereka masih membutuhkan waktu beberapa hari lagi untuk sampai.

Sampai saat reportase ini dibuat, proses potong-memotong dan cabut-mencabut belukar masih berlangsung. Mari kita lihat, apakah para TTM berhasil mencapai pertapaan sang biksuni, dan apakah M-2 berhasil mendapatkan camusketeerwati pujaannya???
mari kita tunggu kisah selanjutnya minggu depan.

…………to be continue …………

< maaf,kalo judul ama isinya nggak nyambung sama sekali. :”> >

.: Demikian reportase dibuat dengan penuh sifat sotoy dari sang reporter, dan juga beberapa bumbu dapur untuk memperkeruh rasa. :.

.:FK:.

Life