finally.. XXIV
I’m 24 now
Its gonna be the starting point for me, for my decisions.
Yap! ada dua keputusan penting yang sangat berpengaruh dalam hari-hari saya kedepan - mungkin seumur hidup saya.
Kita menjalankan hidup ini bukan untuk diri sendiri, karena kita tidak hidup sendiri. Banyak harapan-harapan dari orang-orang yang mengisi hidup kita yang kadang tidak bisa kita penuhi. Orang tua, saudara, sahabat, rekan kerja, atasan, dan orang yang kita kasihi.
Sempat saya bertanya-tanya dalam hati, apa saja yang telah saya lakukan untuk mereka, untuk diri ini, dan untuk masa depan saya
Ketika beberapa waktu yang lalu, sepulang kerja, saya memutuskan untuk bolos kuliah dan pergi refreshing dengan teman-teman, di tengah jalan saya langsung “kena teguran”. Sebuah pemandangan ironis disajikan di depan mata saya yang saat itu sedang duduk manis dalam sebuah mobil.
Seorang teman masa kecil, yang sekarang telah menjadi kepala rumah tangga, berdiri di pinggir jalan untuk menawarkan jasa joki 3 in 1 kepada mobil-mobil yang lewat. Kaget, miris, dan perasaan lain bercampur aduk dalam hati. Teman sepermainan, yang rumahnya tak jauh dari tempat tinggal saya, saat ini berprofesi sebagai joki demi tanggung jawabnya terhadap keluarga. Sementara saya, yang jauh lebih beruntung daripada dia sedang enak-enakan ber-haha hihi ria, bolos pula!
Saya saat itu seperti manusia yang tidak mensyukuri nikmat-nikmat-Nya.
Fabiayyi alaa irobbikuma tukadzibaan..
Memang terlalu banyak nikmat-Mu yang aku ingkari.
Waktuku semakin berkurang di dunia ini, tapi bekalku tidak semakin bertambah untuk esok hari
-ciya-

Comments